laporan prakrin saya


Hello kawan ni laporan prakrin saya waktu masih sekolah di SMK dulu…

 

laporan prakrin

LAPORAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)
TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Disusun Oleh :

Nama : I GST. MD TISNA ANDIKATAMA
Nomor Induk Siswa : 279
Program Keahlian : Teknik Komputer Jaringan
Bidang Keahlian : Teknologi Informasi

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK Negeri 3 NEGARA
JL.AHMAD YANI, NO.136A Tlpn (0627) 21044
Desa Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana – Bali.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGESAHAN

LAPORAN INI DISAHKAN UNTUK MEMENUHI PERSYARATAN PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
( PRAKERIN )
DISAHKAN DI MEDAN
PADA TANGGAL 2010
DIKETAHUI OLEH :

Guru Pembimbing Pembimbing
DU/DI Lapangan Lapangan

 
MURSIDIN

 

 

Kepala Sekolah SMK N 3 NEGARA

 

 

 

I GD SUNARYA
NIP

 

Pelaksana

 

 

I GST. MD TISNA ANDIKA TAMA

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa penyusun yang telah melimpahkan rahmat dan hadiratnya, sehingga akhirnya penyusun dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini sesuai dengan tenggal waktu yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Dari hasil yang telah dilakukan dan dicapai selama penyusun mengikuti proses Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di 2 CLICK COMPUTER selama 3 bulan dari tanggal 16 NOVEMBER 2009 sampai dengan 13 FEBRUARI 2010, penyusun banyak mendapatkan pengetahuan yang lain di dalam dunia industri dan yang terutama sekali penyusun juga banyak mendapatkan pengalaman berharga yang tak ternilai. Dan dengan bersumber dari hal-hal tersebut, akhirnya menjadi dasar dan bahan bagi penyusunan laporan ini. Sebelum melanjutkan penyusunan, terlebih dahulu penyusun mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bpk. MURSIDIN, Selaku kepala 2Click computer dan Selaku Pembimbing  kami
2. Bapak dan Ibu Guru SMK Negeri 3 NEGARA yang telah memberikan bimbingan.
3. Kedua orangtua penyusun yang telah memberi dorongan dan semangat.
4. Seluruh teman-temanku di SMK Negeri 3 NEGARA
5. Semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu yang senantiasa selalu membantu baik moral maupun materi, sehingga penyusun dapat melanjutkan penyusunan laporan ini hingga selesai pada akhirnya.

Penyusun mengakui bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna, dengan dasar itu penulis mohon kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Semoga laporan ini berguna, khususnya untuk penyusun dan masyarakat pada umumnya.

NEGARA, 15 FEBRUARI 2010

Penyusun

I GST. MD TISNA ANDIKATAMA
NIS.279

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………… i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………… ii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………… iii

BAB I PENDAHULUAN ..…………………………………………………
1.1. Latar Belakang PRAKERIN
1.2. Maksud dan Tujuan …………………………………………..
1.2.1. Maksud …………………………………………………
1.2.2. Tujuan ………………………………………………….
1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ……………………………..
1.3.1. Waktu Pelaksanaan ……………………………………
1.3.2. Tempat Pelaksanaan ………………………………………………

BAB II PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI
2.1. Latar belakang BURSA KOMPUTER ……………………
2.2. Struktur Organisasi …………………………………………
2.3. layout tempat prakerin……………………………………….

BAB III PROGRAM KERJA
3.1. Perakitan PC…………………………………………..
3.2. Ghost HDD……………………………………………………
3.3. Format Harddisk………………………………………

BAB IV PENUTUP
1.1. Kesimpulan …………………………………………………
1.2. Saran …………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………..
LAMPIRAN …………………………………………………………………

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang masalah
Perlu disadari bahwa sampai pada saat ini lulusan SMK belum dapat diserap langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri. Secara kasat mata terbukti hampir setiap dunia usaha/ industri ketika merekrut tenaga kerja lulusan SMK masih menerapkan Pendidikan dan Pelatihan bagi yang telah lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 3 (tiga) bulan. Hal ini menunjukan bahwa keterampilan yang dimiliki lulusan SMK belum diakui oleh pihak dunia usaha/ industri.
Jika kita kaji secara seksama, kita tidak dapat menyalahkan pihak dunia usaha/ industri. Memang pada kenyataannya masih banyak SMK yang sangat minim peralatan praktik. Sehingga peserta diklat yang harusnya porsi pembelajaran praktik idealnya 70% hanya dapat dilaksanakan 30% saja. Bahkan ada beberapa SMK yang tidak memiliki sama sekali peralatan praktik, dalam pelaksanaan peserta diklat hanya dapat berangan-angan dengan teori saja tidak dengan peralatan kenyataan yang sebenarnya.
SMK yang peralatan praktik cukup memadai, belum tentu peralatan itu sesuai dengan yang ada di industri/ usaha. Sekarang peralatan di dunia usaha/ industri sudah serba otomatis sedangkan peralatan yang ada sdi SMK-SMK masih manual. Sehingga pelaksanaan praktik hanya sekedar mengenal peralatan yang ada, kurang memperhatikan kebutuhan didunia industri/ usaha, itu pun tidak semuanya dapat memanfaatkan secara maksimal.
Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, pola penyelenggaraan di SMK belum secara tegas dapat menghasilkan tamatan sebagaimana yang diharapkan. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran yang belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional seseorang tidak semata-matadiukur oleh penguasaan unsur pengetahuan dan teknik bekerja, tetapi harus dilengkapi dengan penguasaan kiat bekerja yang baik.
Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat dipelajari di sekolah, namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat diajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi.
Untuk kita yang menjadi faktor utama penentu kadar keahlian professional seseorang, hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Karena itulah tumbuh suatu aturan keahlian professional berdasarkan jumlah pengalaman kerja. Misalnya tingkat keahlian seorang pilot diukur dari jumlah jam terbangnya, tingkat keahlian seorang montir diukur dari jumlah tahun kerjanya sebagai seorang montir, dan sertifikat seorang “wekder” bias batal apabila lebih dari satu tahun tidak lagi mrngerjakan mengelas.
Mata diklat praktik kejuruan yang disajikan di sekolah biarpun menggunakan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situasi peniruan (simulasi), karena bukan situasi yang sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu memberikan keahlian sebagaimana yang diharapkan.

Melihat kenyataan diatas, Dikmenjur menetapkan strategi operasional yang berdasarka kepada kebijakan “Link and Match” (kesesuaian dan kesepadanan) Departemen Pendidikan dan kebudayaan dalam model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda. Pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang system Pendidikan Nasional, PP Nomor 20 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, PP Nomor 39 1992 tentang Peran serta Masyarakat dalam Pendidikan Nasional, Kepmendikbud Nomor 080/U/1992 tentang Seklah Menengah Kejuruan dan Kepmendikbud Nomor 080/U/1993 tentang kurikulum SMK.

 

1.2. Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud
Sistem Ganda adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian kejuruan, yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung pada bidang pekerjaan yang relevan, terarah dan mencapai kemampuan keahlian tertentu.

Dalam pengertian tersebut tersirat, bahwa ada dua pihak yaitu lembaga pendidikan dan lapangan kerja (industri/ perusahaan atau instansi tertentu) yang secara bersama-sama menyelenggarakan suatu program keahlian kejuruan. Dengan demikian kedua belah pihak seharusnya terlibat dan bertanggung jawab mulai dari tahap perencanaan program, tahap penyelenggaraan, sampai pada tahap penilaian dan penentuan kelulusan peserta diklat, serta pemasarannya.
1.2.2. Tujuan

Penyelenggaraan pendidikan dengan Sistem Ganda pada SMK bertujuan untuk:
a. Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan pekerjaan.
b. Memperkokoh link and match antara SMK dan dunia kerja.
c. Meningkatkan efektifitas dan efesiensi proses pendidikan dan pelatihan kerja berkualitas.
d. memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan.

 

1.3. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Adapun waktu untuk melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah mulai dari tanggal 16 November 2009 s/d 13 Februari 2010 bertempat di 2Click computer JL.KATULAMPU. NO.25 Phone: (0365) 40294

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI

2.1. Latar Belakang 2CLICK KOMPUTER
2CLICK COMPUTER berdiri pada tanggal 10 Oktober 2001, yang bernama awal AMR(Anugrah Multi Rezeky) jl.Jose Rizal no.94. Kemudian berganti nama dan alamat pada tanggal 9 Januari 2008. Yaitu Bursa Komputer, alamat jl. Wahidin No.168/24v MEDAN.

BAB III
MERAKIT PC INTEL CORE 2 DUO

Mengingat akan pentingnya PC (Personal Computer) baik dalam dunia Pendidikan, dunia kerja, dunia Bisnis, Entertainment maupun sekedar untuk hiburan misalnya. Oleh sebab itu tidak dapat di pungkiri bahwa PC (Personal Computer) memang sangat penting dan sangat dibutuhkan untuk menunjang aktifitas kita sehari-hari. Namun kendala yang sering ditemui adalah masalah uang (harga komputer) itu sendiri, tetapi sebenarnya komputer itu tidak terlalu mahal jika Anda sudah tahu jalan keluarnya.

Merakit komputer adalah satu-satunya solusi yang paling tepat untuk mempersempit pengeluaran dan kita tetap mendapatkan apa yang kita inginkan, dengan demikian Anda harus dapat menguasai teknik merakit komputer atau minimal mengerti bagaimana tekniknya.. Tahapan dalam perakitan komputer terdiri dari:

3.1. Tahap persiapan awal

Tahap awal yang dilakukan adalah mempersiapkan komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah sistem komputer. Disamping itu kita juga perlu mempersiapkan peralatan yang akan digunakan untuk mempermudah pekerjaan perakitan. Komponen-komponen yang diperlukan untuk membangun sebuah system komputer dapat dikelompokan, menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

A.Komponen perangkat keras

Komponen perangkat keras (hardware) merupakan komponen-komponen komputer yang secara langsung dapat ditangkap oleh indera kita seperti:

v Cassing merupakan tempat meletakan komponen-komponen pemrosesan didalam komputer.
v Processor atau dikenal sebagai (Central Processing unit) yang merupakan pusat pengolahan data dan perangkat utama dalam menentukan baik buruknya kinerja sebuah komputer.

v MotherBoard merupakan papan induk yang berfungsi untuk pusat pengendali lalu lintas data antar komponen yang ada dalam komputer.

v Memori, merupakan komponen pengingat internal yang ada pada komputer dan berfungsi membantu kinerja komputer dalam hal kecepatan proses.

v Sound dan Graphic Card,untuk keperluan menampilkan gambar dan suara sebagai bagian dari multimedia dalam komputer.

v Harddisk, CD Drive dan Floppy Drive, untuk keperluan penyimpanan data.

v Monitor, yang berfungsi sebagai layar penampil (display) teks dan grafis dalam komputer

v Keyboard dan Mouse, yang merupakan komponen input data pada komputer.

v Speaker, merupakan komponen penampil suara yang dihasilkan pemrosesan audio card komputer.

Disamping itu kita juga membutuhkan kabel-kabel penghubung seperti:

v Kabel power, untuk menghubungkan komputer dengan listrik.
v Kabel IDE, untuk menghubungkan papan induk dengn Harddisk atau CD Drive.
v Kabel Floppy, untuk menghubungkan papan induk dengan Floppy disk drive.
v Kabel Audio, untuk menghubungkan papan induk dengan komponen-komponen audio dari komputer.

B. Komponen perangkat Lunak

Komponen perangkat lunak ( software) merupakan program-program yang nantinya akan terinstall pada komputer sehingga membuat perangkat komputer bisa hidup dan dipakai bekerja. Komponen perangkat lunak yang dibutuhkan antara lain:

v Sistem Operasi, merupakan software yang pertama kali akan dibaca oleh komputer pada saat booting sebagai dasar pengoperasian komputer . jenis-jenis system operasi antara lain Dos, Windows, Linux, Novell Netware dan sebagainya.

v Program Aplikasi, merupakan perangkat lunak yang siap pakai nantinya akan digunakan untuk membantu melaksanakan pekerjaan. Aplikasi ini disiapkan sesuai kebutuhan seperi misalnya jika kita akan menggunakan komputer untuk keperluan perkantoran, maka harus disiapkan aplikasi perkantoran seperti MS.Word, Ms.Excell, Power Point serta Ms Acces. dll

Peralatan yang mempermudah pekerjaan
Untuk mempermudah pekerjaan perakitan, maka membutuhkan peralatan sebagai berikut:

v Tang
v Obeng, sebaiknya 1 set lengkap atau minimal 1 buah obeng
v Pinset, untuk memindah atau mencabut yang diperlukan
v Gelang anti statis, berfungsi untuk meredam listrik statis pada tubuh kita
v Buku manual, sebagai petunjuk pelangkap pelaksanaan perakitan.
Buku manual diperlukan sebagai rujukan untuk mengatahui diagram posisi dari elemen koneksi (konektor, port dan slot) dan elemen konfigurasi (jumper dan switch) beserta cara setting jumper dan switch yang sesuai untuk komputer yang dirakit.Diskette atau CD Software diperlukan untuk menginstall Sistem Operasi, device driver dari piranti, dan program aplikasi pada komputer yang selesai dirakit.

3.2. Pengamanan
Tindakan pengamanan diperlukan untuk menghindari masalah seperti kerusakan komponen oleh muatan listrik statis, jatuh, panas berlebihan atau tumpahan cairan.Pencegahan kerusakan karena listrik statis dengan cara:
• Menggunakan gelang anti statis atau menyentuh permukaan logam pada casing sebelum memegang komponen untuk membuang muatan statis.
• Tidak menyentuh langsung komponen elektronik, konektor atau jalur rangkaian tetapi memegang pada badan logam atau plastik yang terdapat pada komponen.

3.3. Perakitan
Tahapan proses pada perakitan komputer terdiri dari:
a. Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur seting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

b. Memasang Prosessor
1. Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
2. Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
3. Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
4. Turunkan kembali tuas pengunci. Jenis Slot

5. Pasang penyangga (bracket) pada dua ujung slot di motherboard sehingga posisi lubang pasak bertemu dengan lubang di motherboard
6. Masukkan pasak kemudian pengunci pasak pada lubang pasak Selipkan card prosessor di antara kedua penahan dan tekan hingga tepat masuk ke lubang slot.

 

Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
c. Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

d. Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
1. Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
2. Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
3. Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

Jenis DIMM dan RIMM
Cara memasang modul DIMM dan RIMM sama dan hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada dua lekukan sebagai panduan. Perbedaanya DIMM dan RIMM pada posisi lekukan
1. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot
2. sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot.
3. Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

e. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

f. Memasang Power Supply
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memaai fan untuk pendingin CPU.

g. Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

h. Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut: Cara memasang adapter:Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive. Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya.

i. Memasang Card Adapter
1. Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
2. Pasang sekerup penahan card ke casing
3. Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

j. Penyelessaian Akhir
1. Pasang penutup casing dengan menggeser
2. sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
3. Pasang konektor monitor ke port video card.
4. Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
5. Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
6. Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

k. Pengujian
1. Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
2. Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
3. Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
4. Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
5. Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.

3.4 Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
1. Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
2. Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot.

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Ø Setelah penyusun menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL ) ini,maka penyusun dapat menyimpulkan bahwa 2click computer merupakan perusahaan computer yang lebih mengarah ke perbaikan computer baik dalam jumlah besar maupun kecil, sehingga kami lebih banyak mendapat ilmu baik merakit, instalasi, format hardisk.
4.2. Saran
Penulis hanya dapat memberi saran kepada 2CLICK KOMPUTER yaitu, semoga tingkat penjualan di bidang computer lebih meningkat, sehingga bursa computer dapat mengembangkan usaha, yang dapat mengurangi tingkat pengangguran dengan cara penerimaan karyawan.

4.3. Penutup
Dengan mengucapkan syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa , Penulis panjatkan yang mana atas rahmat dan hadirat-Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) di 2CLICK KOMPUTER.dan tidak lupa pula Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Penulis, baik moril maupun materil dan Penulis juga berterima kasih atas bimbingannya selama melaksanakan PKL dan juga atas diberikannya kesempatan untuk Praktek Kerja Lapangan ( PKL ) dan mengenali dunia usaha di 2CLICK KOMPUTER.
Penulis juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pembimbing yang telah membimbing sampai Penulis menyelesaikan Laporan ini dan juga beserta pembingbing yang membantu Penulis selama PKL.
Penulis mohon maaf atas segala kesalahan yang telah diperbuat,baik disengaja maupun tidak disengaja.Penulis juga menyadari bahwa Penulis disini juga masih tahap belajar, jadi harap di maklumi,dan Penulis juga masih banyak membutuhkan bimbingan kepada semua pihak.

Negara, 15 Februari 2010

Penyusun

I GST. MD. TISNA ANDIKATAMA
NIS:279

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s